Bahasa Indonesia
English
You are here
Perkuat Kompetensi Guru melalui Pelatihan Manajemen Kelas Positif dan Disiplin Restoratif
Primary tabs

Yogyakarta - Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Pelatihan Manajemen Kelas Positif dan Disiplin Restoratif bagi Guru SMP Negeri 12 Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Penugasan Guru Besar dan Dosen Struktural UNY Tahun 2026 serta berafiliasi dengan Pusat Unggulan IPTEKS (PUI) Pendidikan Karakter, Sosial, dan Humaniora.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Amir Fatah, S.Pd., M.Pd., dengan melibatkan Dr. Drs. Suhartanta, M.Pd., Purwanto, M.Pd., dan Nabila Naila Fatin, S.Pd., M.Pd., serta lima mahasiswa sebagai pendukung pelaksanaan kegiatan. Program ini secara khusus diarahkan untuk mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah.
Menjawab Tantangan Pengelolaan Kelas
Pelatihan dilatarbelakangi oleh semakin beragamnya perilaku dan dinamika emosional peserta didik usia remaja awal. Berdasarkan identifikasi awal yang dilakukan dalam program, sekitar 30–40% guru masih mengalami kesulitan dalam mengelola perilaku siswa di kelas, sementara sekitar 25–35% siswa menunjukkan perilaku yang berpotensi mengganggu proses pembelajaran.
Selain itu, sekitar 60% penanganan pelanggaran masih dilakukan melalui teguran langsung atau sanksi administratif tanpa disertai proses refleksi dan pemulihan hubungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pengelolaan kelas yang tidak hanya menekankan ketertiban, tetapi juga membangun kesadaran, tanggung jawab, empati, dan relasi positif antara guru dan siswa.
Melalui program ini, tim PkM memperkenalkan pendekatan manajemen kelas positif dan disiplin restoratif sebagai alternatif pendekatan disiplin yang lebih preventif, edukatif, humanis, dan berkelanjutan.
Dari Pendekatan Positif Menuju Restoratif
Materi pelatihan mencakup konsep dasar manajemen kelas positif, prinsip disiplin restoratif, perbedaan pendekatan hukuman dan restoratif, strategi membangun relasi positif guru–siswa, komunikasi positif dan asertif, serta teknik penanganan perilaku melalui dialog restoratif dan kesepakatan bersama.
Dr. Amir Fatah menyampaikan materi mengenai Manajemen Kelas Positif, dengan fokus pada penciptaan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung penguatan perilaku positif. Sementara itu, Dr. Suhartanta membawakan materi Disiplin Restoratif, yang menekankan dialog, refleksi, tanggung jawab, dan pemulihan hubungan sebagai alternatif terhadap pendekatan hukuman.
Kegiatan tidak hanya dilaksanakan dalam bentuk penyampaian materi. Guru juga dilibatkan dalam studi kasus, diskusi kelompok, simulasi atau role play, praktik komunikasi, dan refleksi pengalaman nyata di kelas. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta menghubungkan konsep yang diperoleh dengan permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.
Memanfaatkan Teknologi untuk Mendukung Implementasi
Salah satu inovasi dalam program ini adalah pemanfaatan teknologi digital sederhana untuk mendukung penerapan manajemen kelas positif dan disiplin restoratif.
Teknologi digunakan antara lain untuk pencatatan kasus perilaku siswa dan tindak lanjut restoratif melalui platform digital seperti Google Form atau Learning Management System sekolah. Media digital juga dimanfaatkan untuk berbagi modul, panduan praktik, video simulasi, serta instrumen refleksi guru secara daring.
Pendekatan tersebut dirancang agar mudah diadopsi oleh guru sesuai dengan sarana dan kemampuan teknologi yang tersedia di sekolah.
Guru Mulai Mengembangkan Perangkat Penanganan Perilaku
Pelaksanaan pelatihan telah berlangsung sesuai dengan jadwal dan rencana kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman mengenai strategi preventif dalam pengelolaan kelas dan pentingnya membangun relasi yang sehat dengan siswa.
Dalam sesi diskusi dan refleksi, guru berhasil mengidentifikasi berbagai kasus nyata terkait perilaku siswa, konflik antarsiswa, serta pola komunikasi yang selama ini diterapkan. Hasil inventarisasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan draf instrumen penanganan perilaku siswa, panduan komunikasi positif, dan Prosedur Operasional Standar (POS) penanganan perilaku berbasis restoratif.
Tim PkM juga tengah melakukan analisis terhadap data perceived value atau persepsi kebermanfaatan kegiatan serta data kualitatif dari refleksi peserta. Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan disiplin restoratif secara berkelanjutan.
Target Luaran dan Keberlanjutan Program
Program ini menetapkan sejumlah target terukur, antara lain minimal 80% peserta mengalami peningkatan skor post-test dibandingkan pre-test, minimal 75% peserta mampu menyusun kesepakatan kelas dan strategi komunikasi positif, serta minimal 70% peserta mampu mempraktikkan percakapan restoratif melalui simulasi.
Selain itu, ditargetkan tersusunnya sedikitnya tiga perangkat sekolah, yaitu kesepakatan kelas, panduan bahasa positif, dan draft SOP disiplin restoratif yang berpotensi dikembangkan menjadi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Program juga menargetkan penurunan gangguan ringan di kelas sebesar 20–30% berdasarkan refleksi guru.
Keberlanjutan program dirancang melalui pembentukan komunitas praktisi guru, penyusunan panduan internal sekolah, integrasi pendekatan restoratif dalam tata tertib dan kebijakan sekolah, serta penguatan kemitraan antara SMP Negeri 12 Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta.
Menuju Budaya Sekolah yang Positif dan Inklusif
Tahap berikutnya akan difokuskan pada finalisasi Panduan Komunikasi Positif dan POS Penanganan Perilaku Siswa Berbasis Restoratif, validasi bersama pakar dan pihak sekolah, penyusunan buku referensi “Manajemen Kelas Positif dan Disiplin Restoratif bagi Pendidik”, pendampingan implementasi di sekolah, serta penyusunan artikel ilmiah untuk jurnal pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY tidak hanya berperan dalam pengembangan kompetensi di bidang pendidikan teknik, tetapi juga turut berkontribusi dalam penguatan kapasitas pendidik dan pembangunan budaya pembelajaran yang aman, inklusif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi sivitas akademika FT UNY dalam mengimplementasikan pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.
Link Terkait
Contact us
Copyright © 2026,