Bahasa Indonesia
English
You are here
Bangkit dari Banjir, Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UNY Hidupkan Kembali Semangat Belajar Anak-Anak Aceh Tamiang
Primary tabs

Aceh Tamiang – Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, aktivitas masyarakat di Desa Sukajadi Paya Bujok, Kecamatan Karangbaru, sempat terganggu, termasuk kegiatan belajar anak-anak dan pemanfaatan fasilitas umum. Dalam upaya mendukung proses pemulihan tersebut, mahasiswa melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan yang berlangsung sejak 8 Januari hingga 6 Februari 2026.
KKN Kemanusiaan ini merupakan kolaborasi empat perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Samudra (UNSAM), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), dan UPN Veteran Jakarta (UPNV Jakarta). Khusus dari UNY, sebanyak 110 mahasiswa diterjunkan dan tersebar di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang untuk memperkuat proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh.
Salah satu mahasiswa yang terlibat adalah Abna Agiel Restuning Gusti dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik UNY. Bersama tim lintas universitas, ia menjalankan tiga program utama, yaitu pembersihan fasilitas umum, pendampingan psikososial, dan penguatan pendidikan anak.
Pada tahap awal, mahasiswa bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan fasilitas umum serta lingkungan permukiman yang terdampak genangan dan sisa lumpur banjir. Kegiatan ini bertujuan memastikan sarana publik kembali dapat digunakan secara optimal sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat.
Selain pemulihan fisik, perhatian juga diarahkan pada kondisi psikologis anak-anak. Melalui permainan edukatif, aktivitas kelompok, dan pendekatan komunikatif, mahasiswa membantu anak-anak mengurangi rasa cemas dan membangun kembali kepercayaan diri mereka pascabencana.
Di sektor pendidikan, pendampingan dilakukan di TK Miftahul Khairi dan SD Negeri Paya Kulbi yang berada di sekitar Desa Sukajadi Paya Bujok. Di TK Miftahul Khairi, mahasiswa menerapkan metode bermain sambil belajar melalui pengenalan huruf dan angka, bernyanyi, serta aktivitas motorik yang bertujuan meningkatkan konsentrasi dan keceriaan anak. Sementara di SD Negeri Paya Kulbi, mahasiswa memberikan pendampingan literasi dan numerasi, termasuk penguatan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), serta membantu siswa memahami materi melalui diskusi dan latihan soal kontekstual.
Abna Agiel Restuning Gusti menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga semangat dan kondisi psikologis anak-anak.
“Banjir tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada semangat belajar anak-anak. Kami berupaya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan agar mereka kembali termotivasi dan perlahan mengurangi trauma pasca bencana,” ujar Abna.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting sebagai calon pendidik.
“Sebagai mahasiswa kependidikan, kami tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu hadir dan beradaptasi di tengah masyarakat dalam berbagai situasi. Pengalaman ini mengajarkan kami tentang empati, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Selama hampir satu bulan pelaksanaan, kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung proses pemulihan desa. Fasilitas umum yang sebelumnya terdampak kini kembali dimanfaatkan, sementara aktivitas belajar anak-anak mulai berjalan lebih kondusif.
Melalui sinergi lintas universitas dan partisipasi aktif masyarakat, program KKN Kemanusiaan ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi Desa Sukajadi Paya Bujok dan wilayah sekitarnya, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dan bangkit dari bencana.
Sumber : Abna
Contact us
Copyright © 2026,